Malaysia – Tokoh Aceh di Malaysia, Tgk Ricki, yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Aceh di Malaysia, angkat bicara terkait kondisi bencana banjir besar yang melanda Aceh dalam sepekan terakhir. Ia menilai situasi yang terjadi sudah berada pada level kritis dan memerlukan penanganan nasional.
Dalam pernyataannya, Tgk Ricki menyebut banjir kali ini merupakan salah satu yang terparah dalam beberapa tahun terakhir. Ribuan warga terpaksa mengungsi, banyak rumah hanyut, dan sejumlah infrastruktur vital seperti jembatan dan akses jalan mengalami kerusakan berat.
“Dalam minggu ini kita lihat sendiri Aceh dilanda banjir yang begitu parah, ribuan warga mengungsi dan kehilangan tempat tinggal. Banyak korban jiwa meninggal dunia dan ada pula yang masih hilang,” ujarnya.
Tgk Ricki juga mempertanyakan keputusan Pemerintah Aceh yang hanya menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari. Menurutnya, kerusakan yang terjadi jauh lebih besar dan tidak mungkin ditangani sepenuhnya oleh pemerintah daerah.
“Saya heran kenapa Gubernur Aceh hanya menetapkan status bencana selama 14 hari saja. Seharusnya Aceh ditetapkan sebagai Bencana Nasional, karena kerusakan yang terjadi sudah sangat luas. Banyak rumah dan jembatan penyebrangan rusak bahkan putus, termasuk beberapa infrastruktur nasional,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa hingga kini masih ada daerah-daerah pedesaan yang belum tersentuh bantuan, baik berupa sembako maupun perlengkapan lainnya. Kondisi ini memperlihatkan bahwa daya tanggap pemerintah daerah sudah tidak mencukupi.
“Banjir kali ini tidak mampu ditanggung oleh pemerintah daerah sendiri. Banyak harta benda warga hilang, beberapa kawasan masih terisolasi, dan bantuan belum merata,” lanjut Tgk Ricki.
Sebagai penutup, ia berharap pemerintah pusat segera mengambil langkah cepat dengan menetapkan Aceh sebagai daerah bencana nasional agar penanganan lebih maksimal dan bantuan dapat tersalurkan secara menyeluruh.
“Saya berharap pemerintah Aceh dan pemerintah pusat mempertimbangkan serius penetapan Aceh sebagai bencana nasional demi keselamatan dan pemulihan saudara-saudara kita di seluruh wilayah terdampak,” tutupnya.
(….)






